DETERMINASI PEMBAGIAN WARIS SECARA MUSYAWARAH: STUDI MASHLAHAH MURSALAH DI DESA KEMPLONG
DOI:
https://doi.org/10.55558/al-ihda.v21i1.333Keywords:
Deliberation, Inheritance Distribution, Mashlahah MursalahAbstract
Artikel ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penentu (determinasi) yang memengaruhi praktik pembagian waris secara musyawarah di Desa Kemplong dalam perspektif mashlahah mursalah. Meskipun Hukum Waris Islam menjadi pedoman normatif bagi umat Islam, kenyataannya praktik pembagian warisan di Indonesia sering kali tidak sepenuhnya mengikuti ketentuan faraidh. Sebaliknya, sebagian masyarakat memilih menggunakan pola hukum waris adat melalui mekanisme musyawarah keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif untuk mengkaji kesesuaian antara praktik masyarakat dan prinsip kemaslahatan dalam hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Kemplong Kecamatan Wiradesa cenderung menerapkan pembagian waris secara musyawarah berdasarkan adat lokal. Terdapat beberapa faktor yang menentukan praktik tersebut, yaitu: (1) keberadaan anak angkat dalam keluarga pewaris, (2) pertimbangan kebutuhan ekonomi ahli waris yang berbeda, dan (3) kekhawatiran terjadinya konflik atau ketidakharmonisan dalam keluarga. Dari perspektif mashlahah mursalah, praktik musyawarah ini dapat dipahami sebagai upaya menjaga kemaslahatan dan keharmonisan keluarga dalam konteks sosial masyarakat setempat.
References
Abdillah, F., & Junedi, J. (2023). Tinjauan maqashid syariah dalam pengharaman jual beli dengan cara talaqqi rukban. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 4(1), 557-564.
Abdul Rahman, W., Aziz, A., & Maksum, G. (2024). Legal reasoning of distribution of property by grant vis-à-vis inheritance perspective maslahah mursalah. Alashriyyah, 10(1), 1–16. https://doi.org/10.53038/alashriyyah.v10i1.185
Al-Mubarak, M. (2010). Maslahah dalam Perspektif Ushul Fiqh. Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Qaradawi, Y. (1997). Fiqh al-Dawlah fi al-Islam. Cairo: Dar al-Shuruq.
Al-Syatibi, I. (2003). Al-Muwafaqat fi Ushul al-Shari’ah (Vol. 2). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Anwar, M. (2015). Adat dan hukum waris Islam di Indonesia. Jurnal Syariah dan Hukum, 7(1), 33–48.
Az-Zuhayli, W. (2004). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Vol. 10). Damascus: Dar al-Fikr.
Burhanuddin, I. (2019). Musyawarah sebagai mekanisme penyelesaian sengketa keluarga. Jurnal Sosial Keagamaan, 14(2), 112–125.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE.
Fahruddin, M. (2017). Maslahah mursalah dalam perspektif kontemporer. Ushuluddin Journal, 21(1), 55–70.
Ghafur, A. (2013). Hukum Adat Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Hasan, M. (2011). Waris Islam dan konteks sosial. Jurnal Al-Ahkam, 19(2), 98–110.
Hidayat, S. (2019). Konflik keluarga dalam pembagian warisan. Jurnal Sosiologi Islam, 4(2), 88–102.
Hilmawan, H. (2019). Musyawarah Ahli Waris dalam Pembagian Harta Peninggalan di Desa Sukatani Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang Perspektif Maqashid Syari’ah (Skripsi, Universitas Islam Indonesia).
Ibrahim, J. (2015). Teori & metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia.
Islam, R., Fadol, M., Masfufah, M., Himmah, N. F., & Nasihin, N. (2020). Pembagian waris menurut hukum syar’i dan musyawarah di Desa Sepande Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Hukum Islam, 18(2), 145–160.
Junedi, J., As’ari, A. H., & Nursikin, M. (2022). Penguatan Akhlak melalui Kitab Ta’lim Muta’alim bagi Santri Pondok Pesantren. Ummul Qura Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 17(2), 46-53.
Junedi, J., As’ari, A. H., & Nursikin, M. (2022). Strengthening Morals for Santri Through the Book of Ta'lim Muta'allim. Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial, 3(2), 171-182.
Kamali, M. H. (2008). Principles of Islamic Jurisprudence. Kuala Lumpur: Ilmiah Publishers.
Kvale, S., & Brinkmann, S. (2015). InterViews: Learning the craft of qualitative research interviewing (3rd ed.). SAGE.
Lubis, M. (2014). Hubungan adat dan syariat dalam hukum waris. Jurnal Syariah, 12(1), 44–59.
Mahfud, C. (2016). Peran musyawarah dalam tradisi hukum Islam Nusantara. Jurnal Islam Nusantara, 2(1), 1–15.
Mansur, M. (2016). Hukum Waris Islam dan Lokalitas Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE.
Mudzhar, M. (2005). Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktik. Yogyakarta: UIN Press.
Muttaqin, Z. (2024). Hukum penundaan pembagian harta warisan produktif perspektif al-mashlahah al-mursalah. At-Tafkir, 16(2). https://doi.org/10.32505/at.v16i2.5645
Nasution, H. (2001). Islam dan Adat Indonesia. Jakarta: UI Press.
Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7th ed.). Pearson.
Nurhayati, S. (2020). Pembagian warisan dan kebutuhan ekonomi ahli waris. Jurnal Ekonomi Syariah, 5(3), 200–214.
Pangestu, R. (2023). Pembagian waris bilateral masyarakat Melayu Sambas dan relevansinya dalam teori maslahah mursalah. Al-Maslahah: Jurnal Ilmu Syariah.
Qomar, M. (2014). Epistemologi Hukum Islam. Bandung: Pustaka Setia.
Rofiq, A. (2001). Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Saadan, M. K. K., & Haron, M. (2020). Theory of maslahah in the Muslim’s inheritance system. Journal of Muwafaqat.
Saadan, M. K. K., & Haron, M. (2020). Theory of maslahah in the Muslim’s inheritance system. Journal of Muwafaqat.
Saifuddin, A. (2018). Hukum Kewarisan Islam: Teori dan Praktik. Jakarta: Kencana.
Syafi’i, M., Abdullah, A., Muslihun, M., Mutawali, M., & Jamaludin, H. (2024). Peace agreement on maslahah in distribution of inheritance in Sasak Tribe’s Muslim community. Jurnal Hukum Islam, 23(1). https://doi.org/10.28918/jhi.v23i1.03
Syarifuddin, A. (2004). Hukum Kewarisan Islam. Jakarta: Kencana.
Wahyuningsih, A. (2021). Harmonisasi Prinsip Ijbari dalam Musyawarah Pembagian Warisan bagi Umat Muslim (Tesis, Universitas Airlangga).
Wazzan, R. K. (2021). Epistemologi mashlahah sebagai pijakan fiqh Indonesia. Pengadilan Agama Kendal.
Yasin, A. (2018). Anak angkat dalam perspektif hukum waris Islam dan adat. Jurnal Al-Qadha, 7(2), 122–135.
Yusron, M. (2021). Rational reasoning and maslahah: Umar ibn al-Khattab’s ijtihad on cases of Islamic inheritance. Journal of Islamic Law, 2(2), 197–223. https://doi.org/10.24260/jil.v2i2.327














