CYBERBULLYING MENURUT PANDANGAN AL-QUR’AN (ANALISIS AYAT-AYAT AKHLAK BERKOMUNIKASI)
DOI:
https://doi.org/10.55558/al-ihda.v21i1.411Keywords:
Cyberbullying, Communication Ethics, Thematic Interpretation of the Qur’anAbstract
Fenomena cyberbullying semakin menjadi persoalan serius di era digital saat ini, khususnya di kalangan remaja dan mahasiswa di Malaysia. Cyberbullying tidak hanya berdampak negatif pada aspek psikologis, sosial dan akademik korban, tetapi juga menimbulkan kerusakan moral dan spiritual. Permasalahan ini menuntut pendekatan yang komprehensif, termasuk penguatan nilai-nilai etika dan akhlak dalam komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena cyberbullying serta dampaknya, menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan akhlak komunikasi dan merumuskan strategi penerapan nilai-nilai Qur’ani dalam mencegah cyberbullying. Metode penelitian yang digunakan adalah library research dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu’i), yaitu pengkajian ayat-ayat Al-Qur’an secara sistematis berdasarkan tema akhlak berkomunikasi. Sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir yang membahas akhlak komunikasi Islam, di antaranya tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, tafsir Fi Zhilal al-Qur’an karya Sayyid Qutb, dan tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Katsir. Adapun data sekunder diperoleh dari berbagai buku dan jurnal yang berkaitan dengan cyberbullying, media sosial, dan akhlak komunikasi Islam. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis) melalui pendekatan deskriptif-analitik. Pendekatan ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi nilai-nilai akhlak Islam yang dapat diterapkan secara kontekstual dalam masyarakat digital saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memberikan prinsip-prinsip akhlak komunikasi yang komprehensif, meliputi larangan menghina, berprasangka buruk, mencari kesalahan dan ghibah, serta perintah untuk berkata baik. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk mencegah dan menangani cyberbullying di era digital. Penelitian ini merumuskan model akhlak komunikasi Islam yang multidimensional, mencakup aspek pengendalian diri, rasa hormat, empati dan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Dengan demikian, ajaran Al-Qur’an secara holistik menawarkan solusi preventif dan kuratif terhadap fenomena cyberbullying melalui pembinaan akhlak komunikasi yang berlandaskan nilai spiritual dan sosial, sehingga dapat menciptakan ruang digital yang harmonis, aman dan beretika.
References
Cahyani, A. dkk. “Cyberbullying di Media Sosial dalam Perspektif Al-Qur’an.” Muhkamat: Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (2022).
Fadzil, F. “Malaysia Berada pada Tempat Ke-5 sebagai Negara yang Kuat Siber Buli.” Harian Metro, 11 September 2024.
Hanafi, M. M. Asbabun Nuzul: Kronologi dan Sebab Turun Wahyu Al-Qur’an. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, 2017.
Hassan, M. M. “Pengaruh Faktor Persepsi Negatif dan Budaya Tular Terhadap Buli Siber di Media Sosial dalam Kalangan Pelajar dan Golongan.” International Journal of Humanities Technology and Civilization 6 (2021): 1–9.
Hinduja, S. dan J. W. Patchin. Bullying Beyond the Schoolyard: Preventing and Responding to Cyberbullying. California: Sage Publications, 2015.
Ithnin, H. “33 Peratus Remaja di Negara Ini Pernah Jadi Mangsa Buli Siber.” Harian Metro, 18 November 2025.
Kowalski, R. dan G. Limber. “Bullying in the Digital Age: A Critical Review and Meta-Analysis of Cyberbullying Research Among Youth.” Psychological Bulletin (2014).
Munthe, A. S. “Persepsi Mahasiswa Jurusan Matematika terhadap Ghibah Digital dalam Perspektif Etika Komunikasi Islam.” Idaktik: Jurnal Ilmiah FKIP Universitas Mandiri (2026).
Muttaqien. “Tafsir tentang Etika Komunikasi (Studi terhadap Konsep Etika Komunikasi Lisan dengan Baik dan Benar Surah Al-Isra’ Ayat 53 dan Al-Ahzab Ayat 70).” Jurnal Unisai (2020).
Nisa’, Isna Fitri Choirun dan A. Fatah. “The Qur’an’s Perspective on the Phenomenon of Cyberbullying on Social Media: Contextual Approach.” MAQOLAT: Journal of Islamic Studies 3 (2025): 238–249.
Reditya, T. H. “Influencer Malaysia Diduga Bunuh Diri Kerana Perundungan Siber.” Kompas.com, 10 Juli 2024.
Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, jil. 7. Jakarta: Lentera Hati, 2005.
Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an, jil. 13. Jakarta: Lentera Hati, 2005.
Tim Pustaka Ibnu Katsir. Shahih Ibnu Kathir, jil. 8. Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir, 2019.
Tim Pustaka Ibnu Katsir. Shahih Tafsir Ibnu Katsir, jil. 5. Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir, 2019.














