SALAM LINTAS AGAMA DALAM KONTEKS KE-INDONESIAAN (KAJIAN KOMPARATIF TAFSIR AL-MISHBAH DAN TAFSIR AL-AZHAR)

Authors

  • Ai Sakiah INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA
  • Abdullah Safei INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA
  • Syamsul Ariyadi Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.55558/al-ihda.v21i1.409

Keywords:

salam lintas agama, tafsir komparatif, tafsir kontekstual, pluralisme Indonesia, toleransi Islam

Abstract

Penelitian ini mengkaji salam lintas agama dalam konteks keindonesiaan melalui studi komparatif terhadap penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah dan Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar dengan menggunakan pendekatan tematik-komparatif terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan salam, seperti Surah Al-Mumtahanah, Az-Zukhruf, dan Maryam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salam dalam Al-Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai sapaan internal sesama Muslim, tetapi juga sebagai bentuk etika sosial, penghormatan, dan komunikasi damai kepada seluruh manusia termasuk non-Muslim. Quraish Shihab menafsirkan salam dengan corak rasional dan kontekstual, sedangkan Hamka menekankan dimensi moral dan spiritual, namun keduanya sepakat bahwa salam merupakan manifestasi adab Qur’ani yang dapat melampaui batas teologis selama tidak mengandung pengakuan terhadap keyakinan agama lain. Dalam masyarakat Indonesia yang plural, salam lintas agama dipahami sebagai bagian dari upaya membangun harmoni sosial dan merepresentasikan nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, sehingga penafsiran yang moderat dan kontekstual menjadi penting dalam membentuk keberislaman yang inklusif dan toleran.

References

Abdurrauf as-Singkili. Tarjumān al-Mustafīd. Juz 1. Singapura: al-Haramain, t.t.

Ahmad Khoirul Fata. “Salam Lintas Agama dalam Perspektif Teologi dan Sosiologi Islam.” Jurnal Studi Keislaman 15, no. 2 (2021): 145–147.

Al-Bukhārī, Muḥammad ibn Ismā‘īl. Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. Kitāb al-Īmān, no. 12.

Al-Qur’an al-Karim.

Gusmian, Islah. Khazanah Tafsir Indonesia. Yogyakarta: LKiS, 2013.

Hamka. Tafsir Al-Azhar. Jil. 6. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983.

Hamka. Tafsir Al-Azhar. Jil. 25. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983.

Hanafi, Muchlis M. “Salam Lintas Agama dalam Perspektif Al-Qur’an.” Jakarta: Kementerian Agama RI, 2019.

Hasbi Ash-Shiddieqy, Teungku Muhammad. Tafsir an-Nūr. Jil. 1. Jakarta: Bulan Bintang, 2000.

Ibn Kathīr. Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Jil. 8. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1998.

Kementerian Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, 2019.

Majelis Ulama Indonesia. Hasil Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII. Jakarta: MUI, 2024.

Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur. Fatwa Nomor 110/MUI/JTM/2019 tentang Pengucapan Salam Lintas Agama. Surabaya: MUI Jawa Timur, 2019.

Muslim ibn al-Ḥajjāj, Abū al-Ḥusain. Ṣaḥīḥ Muslim. Kitāb al-Īmān, no. 54.

Rasyid, A. “Salam Lintas Agama dan Batas Toleransi.” Mimbar Umum, 3 Juni 2024.

Shihab, M. Quraish. Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 1994.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Shihab, M. Quraish. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu‘i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, 1996.

Syamsuddin. “Pandangan Muhammadiyah terhadap Salam Lintas Agama.” Dalam kajian Majelis Tarjih Muhammadiyah, 2020.

Downloads

Published

2026-05-31

How to Cite

Ai Sakiah, Abdullah Safei, & Syamsul Ariyadi. (2026). SALAM LINTAS AGAMA DALAM KONTEKS KE-INDONESIAAN (KAJIAN KOMPARATIF TAFSIR AL-MISHBAH DAN TAFSIR AL-AZHAR). Al-Ihda’ : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran, 21(1), 2526–2533. https://doi.org/10.55558/al-ihda.v21i1.409

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.