KETERLIBATAN MAHASISWA TADRIS IPS 2 DALAM KEGIATAN MEMPERERAT HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT PADA PENGAJIAN RUTIN DI DESA TIMBANG LAWAN

Authors

  • Henni Endayani UISU
  • Indah Cahyaning Wulandari Prabowo uinsu
  • Ramandha Zidane UISU

DOI:

https://doi.org/10.55558/al-ihda.v21i1.391

Keywords:

student involvement, regular religious studies, social relations, community, Tadris IPS

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa Tadris IPS memiliki tanggung jawab moral untuk mengimplementasikan ilmu sosial yang dipelajari melalui keterlibatan langsung di lingkungan masyarakat. Salah satu bentuk nyata keterlibatan tersebut adalah partisipasi dalam kegiatan keagamaan, seperti pengajian rutin yang menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan meningkatkan nilai-nilai kebersamaan. Desa Timbang Lawan sebagai lokasi penelitian memiliki tradisi pengajian rutin yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, sehingga menjadi ruang interaksi yang potensial antara mahasiswa dan warga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan mahasiswa Tadris IPS 2 dalam kegiatan sosial keagamaan sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya pada pengajian rutin di Desa Timbang Lawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi mahasiswa Tadris IPS 2 serta masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pengajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pengajian rutin memberikan dampak positif terhadap hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa berperan aktif dalam berbagai kegiatan, seperti membantu pelaksanaan acara, berpartisipasi dalam diskusi keagamaan, serta menjalin komunikasi yang baik dengan warga. Kehadiran mahasiswa tidak hanya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepercayaan. Kesimpulannya, keterlibatan mahasiswa Tadris IPS 2 dalam pengajian rutin di Desa Timbang Lawan berkontribusi signifikan dalam mempererat hubungan sosial dengan masyarakat serta memberikan pengalaman sosial yang berharga bagi mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kegiatan serupa di masa mendatang.

References

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Soekanto, Soerjono. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N. S. (2006). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Giddens, A. (2018). Sociology (8th ed.). Cambridge: Polity Press.

Scott, J. (2017). Social Network Analysis. London: SAGE Publications.

Wenger, E. (2015). Communities of Practice: Learning, Meaning, and Identity. Cambridge: Cambridge University Press.

Smith, M. K. (2016). Learning in the Community. London: Open University Press.

Downloads

Published

2026-05-31

How to Cite

Henni Endayani, Prabowo, I. C. W., & Ramandha Zidane. (2026). KETERLIBATAN MAHASISWA TADRIS IPS 2 DALAM KEGIATAN MEMPERERAT HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT PADA PENGAJIAN RUTIN DI DESA TIMBANG LAWAN . Al-Ihda’ : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran, 21(1), 2509–2514. https://doi.org/10.55558/al-ihda.v21i1.391

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.