PLURALITAS MAKHLUK DAN KEESAAN KHALIK:TELAAH WAHDATUL WUJUD TERHADAP KONSEP KEHIDUPAN BERSESAMA
DOI:
https://doi.org/10.55558/al-ihda.v21i1.376Keywords:
Pluralitas, Keesaan, Wahdatul WujudAbstract
Pluralitas makhluk dan keesaan Khaliq merupakan dua konsep yang sangat penting dalam pemikiran Islam yang kerap dipahami secara dikotomis, padahal keduanya saling terkait secara ontologis dan epistemologis. Meski dalam kenyataan kehidupan sehari-hari menunjukkan pluralitas makhluk yang beraneka ragam. Konsep keberagaman makhluk dan keesaan pencipta merupakan inti dari pemahaman spiritual dan praktik keagamaan. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep pluralitas makhluk dipahami dalam perspektif pemikiran Islam dan Sufi kaitannya dengan prinsip keesaan khalik,esensi telaah terhadap konsepsi wahdatul wujud dalam tradisi tasawuf, khususnya menurut pemikiran Ibn Arabi dan implikasi wahdatul wujud terhadap konsep kehidupan bersesama dalam masyarakat plural. Konsep pluralitas makhluk dan keesaan khalik mengajarkan nilai-nilai persatuan, toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman makhluk di dunia. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis sumber-sumber primer al-Qur’an, hadis,dan artikel terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam Islam normatif, pluralitas makhluk dipahami sebagai manifestasi kehendak dan kekuasaan Allah yang Maha Esa, tanpa mengurangi keesaan-Nya sebagai satu-satunya Khalid dan memahami relasi antara pluralitas makhluk dan keesaan Ilahi, sekaligus relevan bagi penguatan kesadaran spiritual dan etika keberagaman dalam konteks kehidupan kontemporer yang memberikan pemahaman Tuhan itu tetap dalam kesetiaannya sebagai pencipta segala makhluk serta implikasi dari pluralitas makhluk dan keesaan khalik dua hal yang saling terintegrasi yang saling menguatkan, melengkapi untuk kesempurnaan tujuan hidup, sehingga konsepsi wahdatul wujud tidak hanya berdimensi metafisika, tetapi terbukti dalam kehidupan bersesama yang menumbuhkan kesadaran bahwa pluralitas makhluk berakar pada keesaan khalik, sehingga keragaman seharusnya dipandang sebagai sebagai rahmat ilahi dengan mendorong terciptanya etika toleransi, saling menghormati dan dasar bagi dialog antaragama dan antarbudaya.
References
Badruddin. (2015). Pengantar Ilmu Tasawuf. A-Empat, Serang: A-Empat.
Firdaus, M., & A. (2023). Konsep tauhid dan pluralitas makhluk dalam perspektif pemahaman spiritual Islam Jurnal Studi Keislaman. Jurnal Studi Keislaman. https://journal.unismuh.ac.id/index.php/pilar/article.
Ibn ʿArabī. (n.d.). al-Futūḥāt al-Makkīyah (edisi standar Cairo. Dar al-Kutub al-ʿArabīyah al-Kubrá. https://masjidalfatah.unismabekasi.ac.id/wp-content/uploads/2024/06/Full_Buletin-Al-Fatah-Vol.-12-No.-2-Desember-2023_REV_2.pdf?utm_source=desember 2025
Imarah, M. (1999). al-Islam wat-Ta’addudiyah, Terj. Islam dan Pluralitas, Perbedaan dan Kemajemukan dalam Bingkai Persatuan.
Iskandar, I., & Firdaus, D. W. (2020). Pemikiran Deliar Noer Mengenai Gerakan Islam Modern Indonesia 1900-1942. Jurnal Peradaban Dan Kebudayaan, 1(1), 16–38. https://doi.org/10.51190/jazirah.v1i1.2
Iva Ashari Ananda, Indosantalia, A. A. (2024). Pluralitas Makhluk Tanda Keesaan Khaliq. Journal Of Social Science, 4(1), 7785. https://j-innovative.org/index.php/Innovative
Jabir, M. N. (2022). Samudra wahdatul Wujud. Ircisod.
Jamil, R. R. S. & M. (2024). Konsep Multikulturalisme dalam Surah Al-Hujurat Ayat 13. Emiotika-Q: Journal of Qur’anic Studies, 4(1).
Jeprianto, J., Amri, M., & S. (2022). Pluralitas Makhluk Dan Keesaan Khalik: Membangun Peradaban Diatas Peradaban. Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran Dan Hadis, 1.
La Ode, A. dan Q. (2018a). Pemikiran Modern dalam Islam: Konsep, Tokoh, dan Organisasi. Alauddin University Press.
Lutfia, D. (2024). Pluralitas dan Keesaan Khalik: Telaah terhadap Konsepsi Para Sufi. Al-Ubudiyah, 5(2), 257. http://jurnal.staiddimakassar.ac.id/index.php/aujpsi
M. Firdaus, Z. Fuad, Kusaeri, & E. F. R. (2023). Portrait of Teacher Competence and Implementation Challenges of Achieving Sustainable Development Goals (SDGs): A Comparative Study between Indonesia and Vietnam. Jurnal Iqra’ : Kajian Ilmu Pendidikan, 2(8), 66.
Mahfud, B. A. B. dalam B. M. (1986). Rahasia Yang Maha Agung. Husaini.
Manzur, I. (1990). Lisan al-Arab, Jil. 15. Dar al-Sadir.
Purnamanita, E. I. I. (2023). Kajian Tasawuf Falsafi Mengenai Wahdat al-Wujud Ibn Arabi (1165–1243 M). TIN: Terapan Informatika Nusantara, 3(6), 345–349. https://doi.org/10.47065/tin.v4i6.4629
Rais, A. (1995). Kata Pengantar dan Kelompok Studi Lingkaran Intelektual Muhammadiyah menyongsong Era Baru. Mizan.
RI, K. A. (2019a). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an (LPMQ).
Salwa, F. dan. (2025). Wahdatul Wujud: Pengertian, Tujuan, dan Tokoh-tokoh Pengembangnya dalam Pemikiran Tasawuf. Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 5(1), 263–268. https://mushafjournal.com/index.php/mj/article/download/291/212/620?utm_source Desember 2025
Syaridawati, Andi Aderus, dan H. H. (2025). Pluralitas Makhluk dalam Perspektif Teologis: Refleksi atas Keesaan Khalik dalam Keragaman Ciptaan. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 6(1), 67. http://jurnal.staiddimakassar.ac.id/index.php/aujpsi
Tahir, G. (2019). Pluralitas Makhluk dan Keesaan Khalik. Adabiyah, 19(2), 161. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/adabiyah/article/download/1761/pdf
Thalib, M. dan. (2024). dalam Islam: Kajian Eksistensi Makhluk dan Esensi Khalik. Kangmas: Karya Ilmiah Pengabdian Masyaraka, 4(3), 149. https://doi.org/10.37010/kangmas.v4i3.1467
Yunus, Y. (2014). Alam Pikiran Islam Pemikiran Kalam. Prenamedia Group.














